Jumat, 21 Desember 2012

Apakah Ini Sebuah Dosa?


Sejak awal aku tak pernah sanggup mendeskripsikan apa yang sedang keadaan suguhkan saat ini. Saat di mana aku dituntut untuk merasakan sesuatu yang dulu pun pernah membayangi hari-hariku. Aku bingung. Apa aku musti bahagia karena hal ini?, atau malah harus bersedih karenanya?. Apa ini menguntungkanku?, atau justru malah merugikanku?.
Aku tak pernah menyalahkan diriku, hatiku, kamu, atau pun keadaan. Aku menyukaimu tanpa syarat apa pun. Aku menyukaimu melewati proses yang panjang. Sampai akhirnya aku ( harus) mengerti. Bahwa menyukaimu bukanlah hal yang gampang. Bukan sekedar bermain rasa, mata, atau perilaku. Bahkan secuil huruf pun terlalu sulit untuk menjabarkannya lebih lagi.
Aku sempat berfikir. Apakah rasa ku ini sebuah dosa?. Karena, aku takut. Takut, jika akan lebih banyak lagi orang yang tau tentang rasaku. Takut, jika kamu tau tentang rasaku ini. Lantas menjauhiku pergi. Semakin hari rasa takutku ini seolah menjerat nyaliku lebih erat. Membuatku semakin ciut dibuatnya.
Entah, apakah aku yang memang memiliki kepekaan terlalu kuat, atau memang ini hanya sebatas kecemasanku. Cemas saat aku mulai menyadari bahwa tak hanya hatiku yang tau bahwa " aku benar-benar menyukaimu", atau saat aku mulai tau bahwa dirimu pun tau apa yang sedang terjadi ini.
Aku malu . Malu saat harus dipertemukan oleh waktu dengan tatapanmu. Dengan dialog kita, yang memaksaku menata setiap frasa yang keluar dari celotehku, berharap : inilah jawaban benar ! yang pantas untuk mensejajarkan kelas pembicaraan kita setiap waktu. Mendikte setiap lakuku. Membatasi kubus gerakku. Semakin ciut,  dan mulai menekanku perlahan.
Kamu, membuatku tau  arti " suka" dan " cinta" yang sering orang-orang koarkan dengan bangga itu. Aku bahkan mengerti kamu, melebihi dirimu sendiri. Dan dia, yang mengajariku arti kesungguhan. Aku tidak pernah menyesal dengan keadaan ini. Bahkan aku tidak pernah berangan untuk melangkah maju, atau pun mundur saat ini. Karna aku tau, di titik inilah justru aku mendapat kebahagyaanku. Bahagya melihat kamu dengan kesungguhanmu itu. Bahagya  karna dia adalah orang yang benar-benar pantas untukmu. Bahagya karna kisah kalyan. Kisahku dan kamu. Kisah ini yang belum berpihak padaku. 
Sekarang aku semakin mengerti,  menyukaimu adalah sebuah anugrah yang juga aku anggap sebuah dosa. Indah, menyenangkan, basah, dan cemas...

Kamu, aku dan dosa ini tidak akan pernah berakhir sampai kapan pun...

:')

Pagiku yang Malu #Part 1

kau
tersenyum
tertawa
menyapa
canda tawa
malu
indah
lugu
tanya
rasa